Keajaiban Internet
Nancy
memutuskan untuk memperkenalkan ibu sudah tua mengenai keajaiban
Internet. Langkah pertamanya adalah untuk mengakses situs Google, dan
Nancy mengatakan bahwa Google bisa menjawab setiap pertanyaan yang ia
miliki.
Ibu Nancy sangat skeptis tapi Nancy bersikeras, "Memang benar, Ibu coba saja... Pikirkan sesuatu untuk ditanyakan."
Ibu Nancy berpikir sebentar, lalu perlahan mengetik, "Bagaimana perasaan Bibi Helen?"
Ibu Nancy sangat skeptis tapi Nancy bersikeras, "Memang benar, Ibu coba saja... Pikirkan sesuatu untuk ditanyakan."
Ibu Nancy berpikir sebentar, lalu perlahan mengetik, "Bagaimana perasaan Bibi Helen?"
Strategi Ekspansi Perusahaan
Mr.
Donk pebisnis sukses, seorang direktur sekaligus pemilik perusahaan
multi nasional. Ia memiliki kebiasaan mengatakan "terserah" hampir pada
setiap kalimat yang ia ucapkan. Suatu hari ia memimpin rapat dengan para
manajer utamanya dengan topik ekspansi sisnis. Terjadi dialog sebagai
berikut:
Manajer SDM: "Mr. Donk apakah kami boleh merekrut karyawan baru untuk mensukseskan ekspansi bisnis ini?"
Mr. Donk: "Terserah Saudara, jika itu dibutuhkan."
Manajer marketing: "Mr. Donk apakah kami boleh menambah anggaran pemasaran?"
Mr.Donk : "Terserah Saudara, jika dipandang itu perlu..."
Setelah semua Manajernya mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan jawaban yang sama, diakhir Rapat Sang Boss itu bertanya:
"Apakah saudara-saudara siap melaksanakan program ekspansi bisnis ini?"
Serempak semua manajer menjawab: "Terserah Mr.Donk...!!!"
Manajer SDM: "Mr. Donk apakah kami boleh merekrut karyawan baru untuk mensukseskan ekspansi bisnis ini?"
Mr. Donk: "Terserah Saudara, jika itu dibutuhkan."
Manajer marketing: "Mr. Donk apakah kami boleh menambah anggaran pemasaran?"
Mr.Donk : "Terserah Saudara, jika dipandang itu perlu..."
Setelah semua Manajernya mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan jawaban yang sama, diakhir Rapat Sang Boss itu bertanya:
"Apakah saudara-saudara siap melaksanakan program ekspansi bisnis ini?"
Serempak semua manajer menjawab: "Terserah Mr.Donk...!!!"
Salah Wawancara
Setelah
pagi harinya mewawancarai Menteri Perdagangan, Siang harinya Reporter
TV_3 Andi bergegas mewawancarai para pedagang kaki lima, berikut rekaman
wawancaranya:
Andi: "Apakah fluktuasi nilai tukar Dollar terhadap Rupiah akan berpengaruh secara signifikan terhadap usaha dagang anda ?"
Pedagang K5: "Apa itu fluktuasi Pak ?"
Andi: "Itu naik turunnya nilai tukar uang..."
Pedagang K5: "Trus kalo Signifikan itu apa Pak? Belinya dimana?"
Andi : "Hah...?"
Andi baru menyadari wawancaranya salah sasaran..
"Maaf Pak, Wawancaranya di reject ya..." lanjut Andi.
Pedagang K5: "Iya Pak ga apa-apa, mau wawancara disini atau di Rijek ato di tempat lain, saya tidak keberatan..."
Andi : "Haduhhhh??!!! Cape dech..."
Andi: "Apakah fluktuasi nilai tukar Dollar terhadap Rupiah akan berpengaruh secara signifikan terhadap usaha dagang anda ?"
Pedagang K5: "Apa itu fluktuasi Pak ?"
Andi: "Itu naik turunnya nilai tukar uang..."
Pedagang K5: "Trus kalo Signifikan itu apa Pak? Belinya dimana?"
Andi : "Hah...?"
Andi baru menyadari wawancaranya salah sasaran..
"Maaf Pak, Wawancaranya di reject ya..." lanjut Andi.
Pedagang K5: "Iya Pak ga apa-apa, mau wawancara disini atau di Rijek ato di tempat lain, saya tidak keberatan..."
Andi : "Haduhhhh??!!! Cape dech..."
Pinjami Saya Sedikit Uang
A: "Kamu punya uang nggak?"
B: "Punya."
A: "Pinjami saya sedikit."
B: "Barusan kamu lagi ngomong apa pada diriku?"
A: "Pinjami saya sedikit uang."
B: "Bukan, itu lho kalimat yang kamu katakan pada sebelumnya kalimat ini."
A: "Kamu punya uang nggak?"
B: "Nggak punya."
B: "Punya."
A: "Pinjami saya sedikit."
B: "Barusan kamu lagi ngomong apa pada diriku?"
A: "Pinjami saya sedikit uang."
B: "Bukan, itu lho kalimat yang kamu katakan pada sebelumnya kalimat ini."
A: "Kamu punya uang nggak?"
B: "Nggak punya."
Sial Karena Menemukan Uang
Sang
suami pulang dengan muka masam, si isteri bertanya dengan penuh rasa
prihatin: "Kamu nampaknya lagi menjumpai masalah yang tak menyenangkan."
Suami: "Hari ini di atas bus aku menemukan uang Rp. 2 juta."
Isteri: "Lho, ini kan hal yang sangat menyenangkan."
Suami: "Tetapi hal ini kemudian diketahui oleh seorang penumpang lainnya, maka itu mau tak mau aku harus berbagi dengan dirinya."
Isteri: "Di tanganmu kan masih ada sisa uang Rp. 1 juta."
Suami: "Sebelum tiba ke rumah, aku baru menyadari bahwa uang Rp. 2 juta yang kutemukan dan kupungut tadi sebenarnya adalah uangku sendiri. Sungguh sialan."
Suami: "Hari ini di atas bus aku menemukan uang Rp. 2 juta."
Isteri: "Lho, ini kan hal yang sangat menyenangkan."
Suami: "Tetapi hal ini kemudian diketahui oleh seorang penumpang lainnya, maka itu mau tak mau aku harus berbagi dengan dirinya."
Isteri: "Di tanganmu kan masih ada sisa uang Rp. 1 juta."
Suami: "Sebelum tiba ke rumah, aku baru menyadari bahwa uang Rp. 2 juta yang kutemukan dan kupungut tadi sebenarnya adalah uangku sendiri. Sungguh sialan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar